BANDUNG, 24 Agustus 2026 — Partai Rakyat Indonesia (PRI) secara resmi memulai konsolidasi politik secara terukur menuju Pemilu 2029. Bertepatan dengan momentum bulan kemerdekaan, jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PRI menggelar rapat penguatan struktur organisasi bersama Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PRI se-Jawa Barat di Kantor DPD PRI Jawa Barat, Bandung, Minggu (23/8/2026).
Jawa Barat diproyeksikan menjadi wilayah krusial dan basis pertumbuhan suara utama bagi PRI. Mengingat besarnya jumlah pemilih dan keberagaman masyarakat di Jawa Barat, PRI memasang target realistis namun ambisius untuk merebut 13 kursi DPR RI pada Pemilu 2029 mendatang.
Acara konsolidasi dibuka langsung oleh Ketua Umum PRI, Muhammad Nazaruddin, secara daring. Sementara hadir secara tatap muka di lokasi acara, Wakil Sekretaris Jenderal I DPP PRI, H. Amir, serta Ketua Bidang Dalam Negeri DPP PRI, Slamet Suparmaji.
Strategi Berbasis Akar Rumput dan Dukungan Pemerintahan
Dalam pengarahannya, Wasekjen I DPP PRI, H. Amir, menegaskan bahwa konsolidasi di Jawa Barat bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun mesin politik yang bekerja aktif hingga tingkat akar rumput.
"Keberadaan struktur partai yang solid di setiap daerah merupakan modal utama PRI dalam memperkenalkan gagasan, program, serta memperluas partisipasi masyarakat. Kami optimistis mampu bersaing pada kontestasi politik Pemilu 2029," ujar H. Amir.
Ia juga menegaskan posisi politik PRI yang konsisten mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam gerakannya, PRI tetap menghormati partai-partai senior yang telah memiliki basis kuat di Jawa Barat, termasuk Partai Gerindra, sembari terus memperkuat posisi sebagai kekuatan politik baru yang siap diperhitungkan.
Optimalisasi Teknologi Digital untuk Menggaet Generasi Z
Menanggapi besarnya potensi pemilih muda pada pemilu mendatang, PRI meluncurkan strategi khusus yang berfokus pada Generasi Z (Gen Z). Partai bertekad tidak hanya hadir menjelang pemungutan suara, melainkan membangun interaksi berkelanjutan melalui ruang-ruang digital.
Ketua Bidang Dalam Negeri DPP PRI, Slamet Suparmaji, mengungkapkan bahwa partai telah membentuk tim Teknologi Informasi (IT) khusus untuk mengelola strategi komunikasi interaktif berbasis teknologi.
"Kami menyiapkan infrastruktur digital agar komunikasi politik PRI dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan relevan dengan karakter Gen Z yang sangat dekat dengan dunia digital," jelas Slamet.
Pemberdayaan Ekonomi dan Dukungan Nyata bagi UMKM
Selain fokus pada konsolidasi internal dan penggaetan pemilih muda, PRI menekankan pentingnya menghadirkan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Di Jawa Barat, PRI mendorong program prioritas yang berfokus pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Program pendampingan UMKM PRI meliputi perluasan jaringan usaha, edukasi pemanfaatan teknologi, serta pembukaan akses pasar guna menggerakkan perekonomian lokal dan menciptakan lapangan kerja di tingkat akar rumput.
Langkah konsolidasi awal di Jawa Barat ini menjadi sinyal kuat bahwa Partai Rakyat Indonesia siap melangkah lebih cepat dalam menatap Pemilu 2029 melalui pendekatan yang memadukan kerja nyata di lapangan dan inovasi teknologi digital.